اَعْجَزَ النَّاسُ مَنْ عَجَزَ إِكْتِسَابُ اْلاِخْوَانِ وَاَعْجَزَ مَنْ ضَيَعَ مَنْ ظَفِرَ بِهِ
” Sebodoh-bodah manusia adalah yang tidak mampu memperoleh kawan-kawan untuk dirinya, namun yang lebih bodoh lagi ialah yang menyebabkan perginya mereka yang telah diperolahnya “
Sepenggal kata lama yang menjadi dasar tulisan yang tak jelas ini. Sepenggal kata yang mungkin memliki arti bahagi mereka yang bersahabat. Sepenggal kata.. Untuk mereka yang mencari arti kebahagian cinta dalam persahabatan..
Kebahagiaan itu seperti parfum, kamu tidak bisa menuangkan pada orang yang lain tanpa menjadi beberapa tetesan dari dinya…
Cinta mempunyai waktu sendiri, musim dan pertimbangan. Kamu tidak bisa meminta ia untuk tinggal, kala ia hendak pergi, kamu hanya dapat memeluk ia seperti ketika ia datang dan bergembiralah bahwa ia pernah bersemayam sebentar didalam hidup mu dan ia pernah menjadi milikmu!
Orang bilang, Cinta tidak mempunyai suatu akhir yang membahagiakan, dan itu benar. Itu sebabnya, cinta tidak pernah mempunyai suatu akhiran dalam kehidupan anak Adam.
Satu hati yang bersungguh-sungguh dalam mencintai tidak akan pernah kecewa, ia tak akan mengingkari, bahkan ia selalu percaya akan janji mencintai, tak peduli bagaimana berharganya waktunya dan berapa jauh jarak nya.
Mengapa harus kecewa, Sepanjang kita mempunyai memori kenangan, sisa kemarin, sepanjang kita masih mempunyai harapan, bukan kah esok masih menunggu?? Iya, besok masih menunggu. Sepanjang kita mempunyai persahabatan, tiap-tiap hari tidak akan pernah sia-sia..
Para Sahabat itu seperti bintang. Kamu tidak selalu bisa lihat mereka, tetapi kamu mengetahui mereka ada di sana. Dan Ia selalu ada untuk mu disana. Mungkin Engkau berharap ia menjadi setetes hujan yang menghilangkankan dahagamu diterik panas mentari, dan ia tidak bisa. Namun percayalah, ia akan menjadi pelagi untukmu jika waktunya tiba, yang akan membuat hidupmu penuh warna.
Jangan pernah Engkau bertanya apa yang telah ia berikan padamu, mengapa tak Engkau tanyakan saja sejauh mana harapan besar dan impianmu itu?? Mungkinkah ia bisa menjadi seperti yang kau harapkan?? Lalu engkau sendiri?? Sejauh mana sudah engkau berusaha menjadi yang terbaik untuknya?? Apakah ia anggap itu adalah suatu hasil yang maksimal yang telah engkau lakukan?? Sudahlah, di dunia ini tidak ada yang sempurna.. Ambil saja Secangkir Kasih Berbagi, 2 cangkir Rasa peduli, Satu Cangkir Pengampunan dan pelukan Kelembutan. Campur itu semua bersama-sama… Panaskan pada Panggang Keikhlasan, dan engkau akan bersahabat selama-lamanya…
Seperti kata Sebuah Puisi:
bila engkau tak mampu menjadi pohon pinus di puncak bukit
jadilah saja belukar di dasar lembah
akan tetapi jadilah belukar yang terindah di sana
bila engkau tak kuasa menjadi belukar
jadilah saja sejumput rumput dan perindahlah
sepanjang tepian jalan raya
bila tak kuasa menjadi rumput kesturi
jadilah rumput ilalang
namun jadilah rumput ilalang yang terelok di tepian telaga
tidak semua dari kita adalah nakhoda
ada yang mesti bertindak sebagai awak kapalnya
ada tugas masing-masing yang harus ditunaikan
terdapat pekerjaan besar terdapat pula yang kecil
tetapi tugas terdekatlah yang mesti segera dituntaskan
bila engkau tak mampu menjadi jalan raya
jadilah saja jalan setapak
bila engkau tak mampu menjadi matahari
jadilah saja bintang di langit
bukan besar atau kecil yang membuat engkau
menggenggam keberhasilan atau menangisi kegagalan,
jadilah yang terbaik siapa pun engkau adanya……
Ah… Entah apa ini.. Ada Yang Tahu??



Posted by Selamat Tinggal Kawan… « Rouftracal on Juni 16, 2009 at 4:59 am
[...] kenangan. Aku ucapkan salam untukmu, salam berpisah untuk kehidupan yang lain. Untuk yang terakhir Ojie trimakasih atas engkau telah memberi semangat, sebagai kata pamit aku ingin menyunting kata-katamu [...]
Posted by Irma on Juni 16, 2009 at 11:00 am
Itu hadist atw apa?
Lalu.. Bagaimana dgn org yg merasa nyaman dgn kesendiriannya???
Mnrt aku.. Kita tdk bisa langgsung memfonis org tsb tanpa mendengarkn pembelaanya!!!
Tulisan yang bagus!
Salam….. (^_^)
@ irma: Bukan hadist ma.. hanya kata-kata, seperti judulnya sepenggal kata.
kesendian itu boleh2 aja.. but, selaku makhluk hidup dari golongan bani adam, udah pasti kita tidak bisa hidup sendirian tanpa orang lain. so, orang-orang yang selama ini bersama kita itulah sahabat-sahabat kita.. selanjutnya, di sini tidak ada pemvonisan, semuanya kita serahkan kepada yang bersangkutan. lagian ini kan tulisan buat umum bukan ditujukan kepada seseorang..
Thank’s buat dukungan kamu.. (^_^)