(Benarkah aku penantang Islam??)
Wow.. kayaknya ne hari akan ‘panas’ buat mereka-mereka yang peduli dengan islam. Loh?? Napa? Karena emang mataharinya panas. He..
All, tau nggak, Sinetron-sinetron Islami yang terus saja bermunculan akhir-akhir ini kadang kala sarat dengan nilai-nilai maksiat yang berbungkus Islam. Sepantasnya kita menghargai niat baik pembuatnya, namun acapkali Sinetron-sinetron tersebut memberi pemahaman yang salah kepada masyarakat tentang budaya Islam. Dalam pikiran masyarakat awam, sinetron Islami selalu dipenuhi oleh nilai-nilai Islami yang patut ditiru, karena itu penulis berharap agar Insan perflman dapat benar-benar menjaga hal ini agar tidak memberi pemahaman yang salah kepada masyarakat tentang budaya Islam. Anehnya lagi, keabstrakan percampuran budaya Islami dan Non Islami yang terdapat dalam Film-Film yang berlabelkan Islam ini begitu cepat merasuki jiwa-jiwa para remaja Islami, gak mesti yang emang dari sononya udah kagak perduli ma Islam, Ikhwan wal Akhwat fillah juga sering kerasukan ma budaya yang beginian. Konon lagi ada beberapa teman ana yang mengambil dalil pembolehan sesuatu hal dari film-film tersebut. Di film anu kok boleh?? Subbahanallah… Ini akan menjadi awal pemicu kerusakan budaya Islam yang mungkin luput dari perhatian kita selama ini.
Sebegitu ketaranya Film-film yang dibungkus dengan label islami dijiwa para generasi muda kita, hendaknya dapat menggugah beberapa jiwa para aktifis, cendikiawan, sutradarawan dan budayawan Islam untuk dapat benar-benar memantau, berdiskusi dan menyarankan serta mencari solusi untuk masalah budaya-budaya Non Islami yang dibungkus dengan label-label islam agar generasi-generasi muda islam tidak terjebak dalam suatu konsep budaya yang sebenarnya bukanlah milik mereka.
Ikwanul Fillah.. percayalah, mayoritas masyarakat kita akan menganggap Maksiat yang dibungkus Islami adalah budaya Islam. Mungkin beberapa contoh Maksiat yang dikemas dalam Film Islami ini sering terlihat dalam perfilman Islam Indonesia:
1. Tarawih bareng dengan lawan jenis secara berduaan yang biasa ditampilkan oleh Sinetron-sinetron Islami yang diputar dibulan Ramadhan.
2. Mengajar ngaji lawan jenis secara berdua-duaan.
3. Pemakaian Jelbab dan Kerudung tapi dengan pakaian yang ketat dihadapan Ajinnabi (yang bukan Mahramnya).
4. …… (isi sendiri ya..)
Nah All, Jika masyarakat memahami ini sebagai budaya Islami, akan menjadi kendala besar bagi Dakwah Islam, karna pendakwah yang menantang hal itu akan dianggap penantang Islam. Subhanallah……… Nauzubillahimin Dzalik…



Posted by Aulia on April 15, 2009 at 7:41 pm
makanya sekarang ada gerakan anti sinetron…
Posted by ayeart on April 16, 2009 at 9:39 am
bnar aulia bilang,,
dbanda aceh sudah keliatan remaja hidupnya belaga sinetron
cara berpakaianya ,ngomongnya terasa banda Monas
jangan sampai remaja aceh Lost generasion___
mulai sekaran ANTISI (anti sinetron)
Posted by Frida Lidwina on April 17, 2009 at 10:21 am
Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html
Posted by NgeTop Euy on April 17, 2009 at 8:04 pm
Setujjuuuuu…
Posted by boy on April 22, 2009 at 12:20 pm
saya setuju banget ni…..hari gini belom tau budaya islam….capedeh