Assalamualaikum All ![]()
kali ini saya memilih judul postingan yang berbentuk pertanyaan en tentunya jawabannya ada pada masing-masing antum.
tulisan ini topiknya nya masih sama sih kayak yang kemarin-kemarin yaitu tentang persahabatan. (itu-itu aja ya)
but, jika kemarin telah mengajak anda untuk mengenal sahabat melalu warna. Kini saya mencoba mengajak anda memandang sahabat dalam bingkai Ad Dien alias Agama loh..
Untuk sahabat sebenarnya agama telah memerintahkan kita agar selalu memilih sahabat yaitu waliyullah. (Enggak mesti yang hebat-hebat kayak Wili beneran, but cukup ma dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita yang selalu punya komitmen untuk mengingat dengan Allah en dekat dengan Nya.
tentunya sahabat-sahabat semacam ini akan dapat menguatkan iman kita, sesuai dengan hadits dari Miskat, Rasulullah Bersabda:
“maukah saya tunjukan kepadamu satu hal yang dengannya kamu akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat? Hendaknya kamu menyertai majelis-majelis ahli zikir (orang yang selalu mengingat dan membicarakan tentang kebesaran Allah).
Nah All, orang-orang yang dekat ma Allah ini sebenarnya memiliki beberapa cirri khas diantaranya selalu mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Saw.Loh kok gitu?
Ya iya, logikanya all, orang yang mencintai Allah, sudah tentu ia juga mencintai Rasul, karena syarat dalam bercinta adalah kita harus mencintai segala sesuatu yang berhubungan dengan kekasih kita. (tapi kata Element, Cinta tak bersyarat loh..) ![]()
Implikasi syarat dalam bercinta ini terbukti tidak hanya dilakukan oleh insane dalam mencintai Allah, pada hal cinta keduniawian pun sebenarnya hal ini telah diimplementasikan. Contohnya ne all, inget ma kisahnya Laila dan Majnun Nggak?
itu tue kisah yang menceritakan tentang dua insane manusia yang saling jatuh cinta en berjuang demi cintanya mati-matian.
nah, seorang penyair mengutip kata-kata Amru Qais, yaitu kekasihnya Laila yang terkenal itu. Ia berkata:
“ketika saya melewati kota Laila, Saya mencium setiap lorong dan dindingnya. Sebenarnya bukanlah kecintaan saya kepada kota itu yang menggetarkan hati saya, Namun kecintaan saya kepada orang yang tinggal di Kota itu”.
Wah..wah.. kecintaaan amru Qais kepad orang yang tinggal dikota itu aja uda buat amru Qais mencium setiap lorang dikota itu. (dalam pengertian Metafor Sih).
apalagi cinta kepada Allah kan?
All, cukup relevankan jika kita memilih sahabat-saabat yang mencintai Allah, karena kita yakin sahabat-sahabat tersebut akan mampu menunjukan kepada kita tentang kebesaran Allah dan akan mengajak kita untuk istiqamah mengingat Nya, but, jangan memilih yang pura-pura mencintai Allah, tapi dalam perbuatannya ia mengingkari hal tersebut. Ada penyair laen ne yang berkata:
“kamu berpura-pura mencintai Allah, pada hal perbuatanmu bertentangan dengan perintah Nya. Seandainya cintamu sejati, niscahya enggkau selalu menaati Nya. Sungguh, orang yang mencintai selalu patuh kepada orang yang dicintainya”
Kalo sahabat model gini kacoe deh, bisa berabe entar. ![]()
Oce all, untuk memilih sahabat, diperlukan juga sensor menyensor (ini sahabat loh bukan teman), karena kita semua tahu sahabat adalah orang yang mengetahui banyak hal dari kita nantinya, orang yang kita percayai menjaga rahasia kita, etc. beda ma teman, kalo teman tue, bisa siapa saja, Cuma sekedar kenal, tau nama, en bertegur sapa tentunya gak pakek aksi tonjok-tonjokkan. (kolo udah tonjok-tonjokkan tue musu namanya). ![]()
So, dalam memilih sahabat haruslah kita memilih seseorang yang dapat mengigatkan kita kepada Allah Swt. Lukmanul Hakim pernah berkata kepada Anaknya “Wahai anakku, hendaklah kamu berdampingan dengan orang-orang yang alim dan mendengarkan Ahli hikmah, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yang telah mati dengan cahaya hikmah seperti Dia menghidupkan tanah yang mati dengan Hujan”
Sekarang all, siapakah sahabatmu selama ini? Adakah ia telah mengajakmu untuk mengingat Allah? Ketika Air matamu bercucuran karena pedihnya perasaanmu terhadap hal apa pun itu, engkau datang dan bersandar pada bahunya. Ia juga terluka, cukapkah itu? Ia mengajakmu melupakan hal itu, tapi kemana ia mengajakmu? Kepada allahkah ia mengajakmu untuk bertawakal? Atau ia mengajakmu ketempat-tempat yang membuatmu melupakan masalah itu sesaat? Lalu kembali menggunung seperti semula?
All, sesungguhnya yang dikatakan dengan sahabat adalah orang-orang yang berjalan dengan mu ketika engkau dirundung kemalangan, bagaimana mungkin Engkau katakana ia sahabatmu jika ia hanya berada disisimu ketika engkau berada dalam kesenangan dan kebahagiaan?
Sahabat sejati adalah Allah, sebagaimana cinta sejati hanya untuk Nya, bermesraanlah dengan Allah melalui munajat-munajatmu dan dekatilah Ia melalui sahabat-sahabat dan orang yang mencintai Nya.
Wahai Jiwa,
Kami khawatir tidak sampai ke ka’bah
Karena jalan yang kau tempuh menuju ke Turki. ![]()
Wassalam All.
29 Nov



Posted by Usup Supriyadi on Desember 1, 2008 at 3:09 am
Ini baru pencerahan…
Wahai Jiwa,
Kami khawatir tidak sampai ke ka’bah
Karena jalan yang kau tempuh menuju ke Turki.
hiks…hiks…hiks… menyentuh soalnya saya jarang kayak gitu prinsipnya malah ke roma ke cina dll…
Semoga kita tetap di jalan yang lurus…. Amin
Posted by humaira on Maret 8, 2009 at 5:53 am
aduh…harus sediain tissue yang banyak nie kayaknya.he…betoi2….
sahabat sejati adalah orang yang selalu memperhatikan kepentinganmu,Bukan yang mempunyai kepentingan terhadap dirimu.
Sungguh sahabat seperti ini tidak akan pernah ada kecuali ALLAH yang maha esa.so,setiap ada masalah curhatlah dgn ALLAH,dan kembalikan semuanya pd ALLAH, KEY!!!!!syukran ya,udah mengingatkan….
Posted by ojie on Maret 11, 2009 at 8:32 pm
sama-sama non