Nafs…

Nafs…
Dimana engkau?
Mengapa terasa begitu berbeda?
Engkau asing di kota perasingan
Diantara mata-mata terpejam,
Tekatup engkau kuncup

Pada gontai langkah
Engkau kian jauh
Seakan enggan menapaki Ilalang

Jangan terlalu jauh
Engkau tersesat, kami tersiksa
Engkau tertawan, kami merana.

Gemerlap kota, mengapa menawan?
Pada ilalang kerontang ada canda dan tawa
Pada batu-batu kerikil tajam
Bukankah ada kelezatan?

Menagis tersedu
Meronta marah, kesal sesal
Lalu kau rajut menjadi butir-butir mutiara
Yang dihiasi lagu kasmaran dengan Nya.
Hanya Untuk Nya nafs..
Hanya untuk Nya.

Satu Tanggapan to this post.

  1. Mantapnya puisi ini

    @ aulia makasi aulia.

Tanggapi posting ini