Engkaulah… Ukhti Muslimah

Keindahan menjadi milik usia muda, tapi keremajaan yang untuknya dunia ini diciptakan tidak lebih dari sekadar mimpi yang manisnya diperhamba oleh kebutaan yang menghilangkan kesedaran. Akankah hari itu datang, ketika orang-orang bijak menyatukan kemanisan masa muda dan kenikmatan pengetahuan? Sebab masing-masing hanyalah kosong bila hanya sendirian. Akankah hari itu datang ketika alam menjadi guru yang mengajar manusia dan kemanusiaan menjadi buku bacaan. Sedangkan kehidupan adalah sekolah sehari-hari?
Hasrat masa muda akan kesenangan, kenikmatan tidak terlalu menuntut tanggung jawab, hanya akan terpenuhi bila fajar telah menyelak kegelapan hari. Banyak lelaki yang tenggelam dalam keasyikan hari-hari masa muda yang mati dan beku, banyak pula perempuan yang menyesali dan mengutuk tahun-tahun tak berguna mereka, seperti raungan singa betina yang kehilangan anak. Pula, banyak para pemuda dan pemudi yang menggunakan hati mereka sekadar sebagai alat penggali kenangan pahit masa depan, melukai diri melalui kebodohan dengan anak panah yang tajam dan beracun karena kehilangan kebahagiaan. Usia tua adalah permukaan kulit bumi. Ia harus, melalui cahaya dan kebenaran, memberikan kehangatan bagi benih-benih masa muda yang ada dibawahnya, melindungi dan memenuhi keperluan mereka hingga Nisan datang dan menyempurnakan kehidupan masa muda yang sedang tumbuh dengan kebangkitan baru. Kita berjalan terlalu lambat ke arah kebangkitan spiritual, dan perjalanan itu seluas angkasa tanpa batas, sebagai pemahaman keindahan kewujudan melalui rasa kasih dan cinta kepada keindahan tersebut.
Ukhti Muslimah semoga Allah tetap menjagamu ….
Janganlah engkau hadiri majelis-majelis pertemuan keburukan dan janganlah berinteraksi dengan mereka yang suka mengadakan majelis keburukan. Sebaliknya, bersegeralah menyambut seruan kebaikan dan menghadiri majelis keutamaan dan kebaikan dimasa mudamu.
Jika engkau sedang sendirian atau bersama saudari-saudarimu yang lain hendaklah tetap engkau basahi bibirmu dengan dzikir kepada Allah hingga engkau kembali dari majelis itu dengan membawa kebaikan dan mendapatkan bahagian pahala dari Allah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis yang tanpa dzikir kepada Allah di dalamnya, maka Allah akan mendatangkan atasnya kerugian dan penyesalan (di hari kiamat). Dari Abu Hurairah Radhiyalla ‘Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang mengucapkan pada pagi dan petang hari: ‘Subhanallah wa bihamdihi’ seratus kali, maka seseorang tidak akan datang pada hari kiamat dengan membawa sesuatu yang lebih utama dari apa yang dibawanya, malainkan seseorang yang berkata seperti yang diucapkankannya itu atau lebih banyak lagi.”
Dan barangsiapa yang berbaring (tidur) di atas suatu pembaringan dengan tanpa menyebut (dzikir) Allah di dalamnya, maka Allah akan menurunkan atasnya kerugian dan penyesalan kelak di hari kiamat.”
Ukhti Muslimah…
Jika engkau hendak menutup majelismu yang engkau adakan hendaklah berdoa (dengan doa):
["Subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illallah ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika" ]
“Maha Suci Engkau ya Allah dengan memujiMu, aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang haq selain Engkau, aku memohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepadaMu.”
Jika engkau senantiasa menutup majlismu dengan doa ini maka Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam majlismu.
Ukhti Muslimah ….
Bersihkan majelis pertemuanmu dari noda ghibah dan adu domba, demi mengindahkan perintah Allah dan sebagai bukti ketakutanmu akan adzab dan hukumanNya. Sesungguhnya ghibah dan adu domba adalah sifat yang tercela dan akhlak yang terkutuk. Allah Ta’ala telah berfirman:
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?”
Ukhti, Jika terlihat dari salah seorang yang hadir dalam majlismu berkata-kata atau berbuat salah, maka menjadi kewajibanmu menasehatinya setelah keluar dari majlis tersebut. Namun harus tetap engkau ingat, bahwa nasehatmu harus dengan tutur kata yang lembut dan cara yang baik.
Ini hanya sepenggal kata-kata, Semoga Allah tetap menjaga masa muda kita dalam keimanan dan keikhlasan. Seorang penyair menitipkan pesan lewat sebuah syair:
Jauhkanlah dirimu dari segala dosa, yang besar maupun yang kecil, itulah hakikat takwa.
Jalanilah kehidupan bagaikan orang yang menempuh jalan penuh onak dan duri, senantiasa berhati-hati dari bahaya yang dilihat.
Janganlah engkau remehkan dosa sekalipun kecil, bukankah gunung yang menjulang tinggi berasal dari kerikil-kerikil kecil yang terhampar?

Tanggapi posting ini